Selasa, 01 Maret 2016

Sejarah Islam Dunia

Sejarah Islam Dunia

Pendahuluan

Jazirah Arab sebelum kedatangan Islam merupakan sebuah kawasan yang sangat mundur. Kebanyakkan orang Arab merupakan penyembah berhala dan yang lain merupakan pengikut agama Kristen dan Yahudi. Mekah ketika itu merupakan tempat suci bagi bangsa Arab. karena di tempat tersebut terdapat berhala-berhala agama mereka dan juga terdapat Sumur Zamzam dan yang paling penting adalah Ka'bah.

Nabi Muhammad saw dilahirkan di Makkah pada Tahun Gajah yaitu pada tanggal 12 Rabi'ul Awal atau pada tanggal 21 April (570 atau 571 Masehi). Nabi Muhammad merupakan seorang anak yatim sesudah ayahnya Abdullah bin Abdul Muttalib meninggal ketika ia masih dalam kandungan dan ibunya Aminah binti Wahab meninggal dunia ketika ia berusia 7 tahun. Kemudian ia diasuh oleh kakeknya Abdul Muthalib. Setelah kakeknya meninggal ia diasuh juga oleh pamannya yaitu Abu Talib. Nabi Muhammad kemudiannya menikah dengan Siti Khadijah ketika ia berusia 25 tahun. Ia pernah menjadi penggembala kambing.

Nabi Muhammad pernah diangkat menjadi hakim.pada usia 35 tahun, kota mekkah dilanda banjir, Ia tidak menyukai suasana kota Mekah yang dipenuhi dengan masyarakat yang memiliki masalah sosial yang tinggi. Selain menyembah berhala, masyarakat Mekah pada waktu itu juga mengubur bayi-bayi perempuan. Nabi Muhammad banyak menghabiskan waktunya dengan menyendiri di gua Hira untuk mencari ketenangan dan memikirkan masalah penduduk Mekah. Ketika Nabi Muhammad berusia 40 tahun, ia didatangi oleh Malaikat Jibril. Setelah itu ia mengajarkan ajaran Islam secara diam-diam kepada orang-orang terdekatnya yang dikenal sebagai "as-Sabiqun al-Awwalun(Orang-orang pertama yang memeluk agama Islam)" dan selanjutnya secara terbuka kepada seluruh penduduk Mekah, setelah turun wahyu al-quran surat al hijr ayat 94.

Pada tahun 622, Nabi Muhammad dan pengikutnya pindah dari Mekah ke Madinah. Peristiwa ini dinamai Hijrah. Semenjak peristiwa itu dimulailah Kalender Islam atau kalender Hijriyah.

Penduduk Mekah dan Madinah ikut berperang bersama Nabi Muhammad saw. dengan hasil yang baik walaupun ada di antaranya kaum Islam yang tewas. Lama kelamaan para muslimin menjadi lebih kuat, dan berhasil menaklukkan Kota Mekah. Setelah Nabi Muhammad s.a.w. wafat, seluruh Jazirah Arab di bawah penguasaan Islam.

Masa Khalifah

Abu Bakar Ash-Shiddiq
Abu Bakar ash-Shiddiq (573 - 634 M, menjadi khalifah 632 - 634 M) lahir dengan nama Abdus Syams, "Abu bakar" adalah gelar yang diberikan masyarakat muslim kepadanya. Nama aslinya adalah !Abdullah bin Abi Kuhafah". Ia mendapat gelar "as-Shiddiq! setelah masuk islam. Nama sebelum muslim adalah "Abdul Ka'bah". Ibunya bernama "Salma Ummul Khair", yaitu anak paman "Abu Quhafah". Abu Bakar adalah khalifah pertama Islam setelah wafatnya Nabi Muhammad. Ia adalah salah seorang petinggi Mekkah dari suku Quraisy. Setelah memeluk Islam namanya diganti oleh Muhammad menjadi Abu Bakar. Ia digelari Ash- Shiddiq yang berarti yang terpercaya setelah ia menjadi orang pertama yang mengakui peristiwa Isra' Mi'raj.
Ia juga adalah orang yang ditunjuk oleh Muhammmad untuk menemaninya hijrah ke Yatsrib. Ia dicatat sebagai salah satu Sahabat Muhammad yang paling setia dan terdepan melindungi para pemeluk Islam bahkan terhadap sukunya sendiri.
Ketika Muhammad sakit keras, Abu Bakar adalah orang yang ditunjuk olehnya untuk menggantikannya menjadi Imam dalam Salat. Hal ini menurut sebagian besar ulama merupakan petunjuk dari Nabi Muhammad agar Abu Bakar diangkat menjadi penerus kepemimpinan Islam, sedangkan sebagian kecil kaum Muslim saat itu, yang kemudian membentuk aliansi politik Syiah, lebih merujuk kepada Ali bin Abi Thalib karena ia merupakan keluarga nabi. Setelah sekian lama perdebatan akhirnya melalui keputusan bersama umat islam saat itu, Abu Bakar diangkat sebagai pemimpin pertama umat islam setelah wafatnya Muhammad. Abu Bakar memimpin selama dua tahun dari tahun 632 sejak kematian Muhammad hingga tahun 634 M.
Selama dua tahun masa kepemimpinan Abu Bakar, masyarakat Arab di bawah Islam mengalami kemajuan pesat dalam bidang sosial, budaya dan penegakan hukum. Selama masa kepemimpinannya pula, Abu bakar berhasil memperluas daerah kekuasaan islam ke Persia, sebagian Jazirah Arab hingga menaklukkan sebagian daerah kekaisaran Bizantium. Abu Bakar meninggal saat berusia 61 tahun pada tahun 634 M akibat sakit yang dialaminya.
Abu Bakar menjadi khalifah hanya dua tahun. Pada tahun 634 M ia meninggal dunia. Masa sesingkat itu habis untuk menyelesaikan persoalan dalam negeri terutama tantangan yang disebabkan oleh suku-suku bangsa Arab yang tidak mau tunduk lagi kepada pemerintah Madinah sepeninggal Nabi Muhammad. Mereka menganggap bahwa perjanjian yang dibuat dengan Nabi Muhammad, dengan sendirinya batal setelah nabi wafat. Karena itu mereka menentang Abu Bakar. Karena sikap keras kepala dan penentangan mereka yang dapat membahayakan agama dan pemerintahan, Abu Bakar menyelesaikan persoalan ini dengan apa yang disebut Perang Riddah (perang melawan kemurtadan). Khalid bin Al-Walid adalah panglima yang banyak berjasa dalam Perang Riddah ini.
Nampaknya, kekuasaan yang dijalankan pada masa Khalifah Abu Bakar, sebagaimana pada masa rasulullah, bersifat sentral; kekuasaan legislatif, eksekutif dan yudikatif terpusat di tangan khalifah. Selain menjalankan roda pemerintahan, Khalifah juga melaksanakan hukum yang telah ditetapkan dalam Al-Qur’an dan as-sunnah. Meskipun demikian, seperti juga Nabi Muhammad, Abu Bakar selalu mengajak sahabat-sahabat besarnya bermusyawarah.
Setelah menyelesaikan urusan perang dalam negeri, barulah Abu Bakar mengirim kekuatan ke luar Arabia. Khalid bin Walid dikirim ke Iraq dan dapat menguasai wilayah al-Hirah pada tahun 634 M. Ke Syria dikirim ekspedisi di bawah pimpinan empat panglima yaitu Abu Ubaidah ibnul Jarrah, Amr ibnul 'Ash, Yazid bin Abi Sufyan dan Syurahbil. Sebelumnya pasukan dipimpin oleh Usamah bin Zaid yang masih berusia 18 tahun. Untuk memperkuat tentara ini, Khalid bin Walid diperintahkan meninggalkan Irak, dan melalui gurun pasir yang jarang dijalani, ia sampai ke Syria.

Umar bin Khattab
Umar bin Khattab (586-590 - 644 M, menjadi khalifah 634 - 644 M) adalah khalifah ke-2 dalam sejarah Islam. pengangkatan umar bukan berdasarkan konsensus tetapi berdasarkan surat wasiat yang ditinggalkan oleh Abu Bakar. Hal ini tidak menimbulkan pertentangan berarti di kalangan umat islam saat itu karena umat Muslim sangat mengenal Umar sebagai orang yang paling dekat dan paling setia membela ajaran Islam. Hanya segelintir kaum, yang kelak menjadi golongan Syi'ah, yang tetap berpendapat bahwa seharusnya Ali yang menjadi khalifah. Umar memerintah selama sepuluh tahun dari tahun 634 hingga 644.
Ketika Abu Bakar sakit dan merasa ajalnya sudah dekat, ia bermusyawarah dengan para pemuka sahabat, kemudian mengangkat Umar bin Khatthab sebagai penggantinya dengan maksud untuk mencegah kemungkinan terjadinya perselisihan dan perpecahan di kalangan umat Islam. Kebijaksanaan Abu Bakar tersebut ternyata diterima masyarakat yang segera secara beramai-ramai membaiat Umar. Umar menyebut dirinya Khalifah Rasulillah (pengganti dari Rasulullah). Ia juga memperkenalkan istilah Amir al-Mu'minin (petinggi orang-orang yang beriman).
Di zaman Umar gelombang ekspansi (perluasan daerah kekuasaan) pertama terjadi; ibu kota Syria, Damaskus, jatuh tahun 635 M dan setahun kemudian, setelah tentara Bizantium kalah di pertempuran Yarmuk, seluruh daerah Syria jatuh ke bawah kekuasaan Islam. Dengan memakai Syria sebagai basis, ekspansi diteruskan ke Mesir di bawah pimpinan 'Amr bin 'Ash dan ke Irak di bawah pimpinan Sa'ad bin Abi Waqqash. Iskandariah (Alexandria), ibu kota Mesir, ditaklukkan tahun 641 M. Dengan demikian, Mesir jatuh ke bawah kekuasaan Islam. Al-Qadisiyah, sebuah kota dekat Hirah di Iraq, jatuh pada tahun 637 M. Dari sana serangan dilanjutkan ke ibu kota Persia, al-Madain yang jatuh pada tahun itu juga. Pada tahun 641 M, Moshul dapat dikuasai. Dengan demikian, pada masa kepemimpinan Umar Radhiallahu ‘anhu, wilayah kekuasaan Islam sudah meliputi Jazirah Arabia, Palestina, Syria, sebagian besar wilayah Persia, dan Mesir.
Karena perluasan daerah terjadi dengan cepat, Umar segera mengatur administrasi negara dengan mencontoh administrasi yang sudah berkembang terutama di Persia. Administrasi pemerintahan diatur menjadi delapan wilayah propinsi: Makkah, Madinah, Syria, Jazirah Basrah, Kufah, Palestina, dan Mesir. Beberapa departemen yang dipandang perlu didirikan. Pada masanya mulai diatur dan ditertibkan sistem pembayaran gaji dan pajak tanah. Pengadilan didirikan dalam rangka memisahkan lembaga yudikatif dengan lembaga eksekutif. Untuk menjaga keamanan dan ketertiban, jawatan kepolisian dibentuk. Demikian pula jawatan pekerjaan umum. Umar juga mendirikan Bait al-Mal, menempa mata uang, dan membuat tahun hijiah.
Umar memerintah selama sepuluh tahun (13-23 H/634-644 M). Masa jabatannya berakhir dengan kematian. Dia dibunuh oleh seorang budak Persia yang bernama Abu Lulu'ah yang beragama Zoroastrianisme (Majusi). Untuk menentukan penggantinya, Umar tidak menempuh jalan yang dilakukan Abu Bakar. Dia menunjuk enam orang sahabat dan meminta kepada mereka untuk memilih salah seorang di antaranya menjadi khalifah. Enam orang tersebut adalah Usman, Ali, Thalhah, Zubair, Sa'ad bin Abi Waqqash, Abdurrahman bin 'Auf. Setelah Umar wafat, tim ini bermusyawarah dan berhasil menunjuk Utsman sebagai khalifah, melalui proses yang agak ketat dengan Ali bin Abi Thalib.

Utsman bin Affan
Utsman bin Affan dilahirkan pada tahun 573 M pada sebuah keluarga dari suku Quraisy bani Umayah. Beliau lebih muda 6 tahun dari Rasulullah SAW.Nenek moyangnya bersatu dengan nasab Nabi Muhammad pada generasi ke-5. Sebelum masuk islam ia dx panggil degan sebutan Abu Amr. Ia begelar Dzunnurain, karena menikahi dua putri nabi (menjadi khalifah 644-655 M) adalah khalifah ke-3 dalam sejarah Islam. Umar bin Khattab tidak dapat memutuskan bagaimana cara terbaik menentukan khalifah penggantinya. Segera setelah peristiwa penikaman dirinya oleh Fairuz, seorang majusi persia, Umar mempertimbangkan untuk tidak memilih pengganti sebagaimana dilakukan rasulullah. Namun Umar juga berpikir untuk meninggalkan wasiat seperti dilakukan Abu Bakar. Sebagai jalan keluar, Umar menunjuk enam orang Sahabat sebagai Dewan Formatur yang bertugas memilih Khalifah baru. Keenam Orang itu adalah Abdurrahman bin Auf, Saad bin Abi Waqash, Thalhah bin Ubaidillah, Zubair bin Awwam, Utsman bin Affan dan Ali bin Abi Thalib.
Pada masa pemerintahan Utsman, Armenia, Tunisia, Cyprus, Rhodes, dan bagian yang tersisa dari Persia, Transoxania, dan Tabaristan berhasil direbut. Ekspansi Islam pertama berhenti sampai di sini.
Pemerintahan Usman berlangsung selama 12 tahun, pada paruh terakhir masa kekhalifahannya muncul perasaan tidak puas dan kecewa di kalangan umat Islam terhadapnya. Kepemimpinan Utsman memang sangat berbeda dengan kepemimpinan Umar. Ini karena fitnah dan hasutan dari Abdullah bin Saba’ Al-Yamani salah seorang yahudi yang berpura-pura masuk islam. Ibnu Saba’ ini gemar berpindah-pindah dari suatu tempat ke tempat lainnya untuk menyebarkan fitnah kepada kaum muslimin yang baru masa keislamannya. Akhirnya pada tahun 35 H/1655 M, Utsman dibunuh oleh kaum pemberontak yang terdiri dari orang-orang yang berhasil dihasut oleh Abdullah bin Saba’ itu.

Salah satu faktor yang menyebabkan banyak rakyat berburuk sangka terhadap kepemimpinan Utsman adalah kebijaksanaannya mengangkat keluarga dalam kedudukan tinggi. Yang terpenting di antaranya adalah Marwan bin Hakam Rahimahullah. Dialah pada dasarnya yang dianggap oleh orang-orang tersebut yang menjalankan pemerintahan, sedangkan Utsman hanya menyandang gelar Khalifah. Setelah banyak anggota keluarganya yang duduk dalam jabatan-jabatan penting, Usman laksana boneka di hadapan kerabatnya itu. Dia tidak dapat berbuat banyak dan terlalu lemah terhadap keluarganya. Dia juga tidak tegas terhadap kesalahan bawahan. Harta kekayaan negara, oleh kerabatnya dibagi-bagikan tanpa terkontrol oleh Utsman sendiri. Itu semua akibat fitnah yang ditebarkan oleh Abdullah bin Saba’, meskipun Utsman tercatat paling berjasa membangun bendungan untuk menjaga arus banjir yang besar dan mengatur pembagian air ke kota-kota. Dia juga membangun jalan-jalan, jembatan-jembatan, masjid-masjid dan memperluas masjid nabi di Madinah.

Ali bin Abi Thalib
Para pemberontak terus mengepung rumah Utsman. Ali memerintahkan ketiga puteranya, Hasan, Husain dan Muhammad bin Ali al-Hanafiyah mengawal Utsman dan mencegah para pemberontak memasuki rumah. Namun kekuatan yang sangat besar dari pemberontak akhirnya berhasil menerobos masuk dan membunuh Khalifah Utsman.
Setelah Utsman wafat, masyarakat beramai-ramai membaiat Ali bin Abi Thalib sebagai khalifah. Ali memerintah hanya enam tahun. Selama masa pemerintahannya, ia menghadapi berbagai pergolakan. Tidak ada masa sedikit pun dalam pemerintahannya yang dapat dikatakan stabil. Setelah menduduki jabatan khalifah, Ali menon-aktifkan para gubernur yang diangkat oleh Utsman. Dia yakin bahwa pemberontakan-pemberontakan terjadi karena keteledoran mereka. Dia juga menarik kembali tanah yang dihadiahkan Utsmankepada penduduk dengan menyerahkan hasil pendapatannya kepada negara, dan memakai kembali sistem distribusi pajak tahunan di antara orang-orang Islam sebagaimana pernah diterapkan Umar.
Tidak lama setelah itu, Ali bin Abi Thalib menghadapi pemberontakan Thalhah, Zubair dan Aisyah. Alasan mereka, Ali tidak mau menghukum para pembunuh Utsman, dan mereka menuntut bela terhadap darah Utsman yang telah ditumpahkan secara zhalim. Ali sebenarnya ingin sekali menghindari perang. Dia mengirim surat kepada Thalhah dan Zubair agar keduanya mau berunding untuk menyelesaikan perkara itu secara damai. Namun ajakan tersebut ditolak. Akhirnya, pertempuran yang dahsyat pun berkobar. Perang ini dikenal dengan nama Perang Jamal (Unta), karena Aisyah dalam pertempuran itu menunggang unta, dan berhasil mengalahkan lawannya. Zubair dan Thalhah terbunuh, sedangkan Aisyah ditawan dan dikirim kembali ke Madinah.
Bersamaan dengan itu, kebijaksanaan-kebijaksanaan Ali juga mengakibatkan timbulnya perlawanan dari para gubernur di Damaskus, Mu'awiyah, yang didukung oleh sejumlah bekas pejabat tinggi yang merasa kehilangan kedudukan dan kejayaan. Setelah berhasil memadamkan pemberontakan Zubair, Thalhah dan Aisyah, serta Ali bergerak dari Kufah menuju Damaskus dengan sejumlah besar tentara. Pasukannya bertemu dengan pasukan Mu'awiyah di Shiffin. Pertempuran terjadi di sini yang dikenal dengan nama Perang Shiffin. Perang ini diakhiri dengan tahkim (arbitrase), tapi tahkim ternyata tidak menyelesaikan masalah, bahkan menyebabkan timbulnya golongan ketiga, kaum Khawarij, orang-orang yang keluar dari barisan Ali. Akibatnya, di ujung masa pemerintahan Ali bin Abi Thalib umat Islam terpecah menjadi tiga kekuatan politik, yaitu Mu'awiyah, Syi'ah (pengikut Abdullah bin Saba’ al-yahudu) yang menyusup pada barisan tentara Ali, dan al-Khawarij (orang-orang yang keluar dari barisan Ali). Keadaan ini tidak menguntungkan Ali. Munculnya kelompok Khawarij menyebabkan tentaranya semakin lemah, sementara posisi Mu'awiyah semakin kuat. Pada tanggal 20 ramadhan 40 H (660 M), Ali terbunuh oleh salah seorang anggota Khawarij yaitu Abdullah bin Muljam.

Setelah Khulafaur Rasyidin
Kedudukan sebagai khalifah kemudian dijabat oleh putra Ali yaitu Hasan selama beberapa bulan. Namun, karena Hasan menginginkan perdamaian dan menghindari pertumpahan darah, maka Hasan menyerahkan jabatan kekhalifahan kepada Muawiyah bin Abu Sufyan. Dan akhirnya penyerahan kekuasaan ini dapat mempersatukan umat Islam kembali dalam satu kepemimpinan politik, di bawah Mu'awiyah bin Abi Sufyan. Di sisi lain, penyerahan itu juga menyebabkan Mu'awiyah menjadi penguasa absolut dalam Islam. Tahun 41 H (661 M), tahun persatuan itu, dikenal dalam sejarah sebagai tahun jama'ah ('am jama'ah)! Dengan demikian berakhirlah masa yang disebut dengan masa Khulafa'ur Rasyidin, dan dimulailah kekuasaan Bani Umayyah dalam sejarah politik Islam.

Ketika itu wilayah kekuasaan Islam sangat luas. Ekspansi ke negeri-negeri yang sangat jauh dari pusat kekuasaannya dalam waktu tidak lebih dari setengah abad, merupakan kemenangan menakjubkan dari suatu bangsa yang sebelumnya tidak pernah mempunyai pengalaman politik yang memadai. Faktor-faktor yang menyebabkan ekspansi itu demikian cepat antara lain adalah:

Islam, disamping merupakan ajaran yang mengatur hubungan manusia dengan Tuhan, juga agama yang mementingkan soal pembentukan masyarakat.
Dalam dada para sahabat, tertanam keyakinan tebal tentang kewajiban menyerukan ajaran-ajaran Islam (dakwah) ke seluruh penjuru dunia. Semangat dakwah tersebut membentuk satu kesatuan yang padu dalam diri umat Islam.
Bizantium dan Persia, dua kekuatan yang menguasai Timur Tengah pada waktu itu, mulai memasuki masa kemunduran dan kelemahan, baik karena sering terjadi peperangan antara keduanya maupun karena persoalan-persoalan dalam negeri masing-masing.
Pertentangan aliran agama di wilayah Bizantium mengakibatkan hilangnya kemerdekaan beragama bagi rakyat. Rakyat tidak senang karena pihak kerajaan memaksakan aliran yang dianutnya. Mereka juga tidak senang karena pajak yang tinggi untuk biaya peperangan melawan Persia.
Islam datang ke daerah-daerah yang dimasukinya dengan sikap simpatik dan toleran, tidak memaksa rakyat untuk mengubah agamanya untuk masuk Islam.
Bangsa Sami di Syria dan Palestina dan bangsa Hami di Mesir memandang bangsa Arab lebih dekat kepada mereka daripada bangsa Eropa, Bizantium, yang memerintah mereka.
Mesir, Syria dan Irak adalah daerah-daerah yang kaya. Kekayaan itu membantu penguasa Islam untuk membiayai ekspansi ke daerah yang lebih jauh.
Mulai dari masa Abu Bakar sampai kepada Ali dinamakan periode Khilafah Rasyidah. Para khalifahnya disebut al-Khulafa' al-Rasyidun, (khalifah-khalifah yang mendapat petunjuk). Ciri masa ini adalah para khalifah betul-betul menurut teladan nabi. Setelah periode ini, pemerintahan Islam berbentuk kerajaan. Kekuasaan diwariskan secara turun temurun. Selain itu, seorang khalifah pada masa khilafah Rasyidah, tidak pernah bertindak sendiri ketika negara menghadapi kesulitan; Mereka selalu bermusyawarah dengan pembesar-pembesar yang lain. Sedangkan para penguasa sesudahnya sering bertindak otoriter.

Bani Umayyah
Masa ke-Khilafahan Bani Umayyah hanya berumur 90 tahun yaitu dimulai pada masa kekuasaan Muawiyah bin Abu Sufyan, yaitu setelah terbunuhnya Ali bin Abi Thalib, dan kemudian orang-orang Madinah membaiat Hasan bin Ali namun Hasan bin Ali menyerahkan jabatan kekhalifahan ini kepada Mu’awiyah bin Abu Sufyan dalam rangka mendamaikan kaum muslimin yang pada masa itu sedang dilanda bermacam fitnah yang dimulai sejak terbunuhnya Utsman bin Affan, pertempuran Shiffin, perang Jamal, terbunuhnya Ali bin Abi Talib
Ekspansi ke barat secara besar-besaran dilanjutkan pada zaman Al-Walid bin Abdul-Malik. Masa pemerintahan al-Walid adalah masa ketenteraman, kemakmuran dan ketertiban. Umat Islam merasa hidup bahagia. Pada masa pemerintahannya yang berjalan kurang lebih sepuluh tahun itu tercatat suatu ekspedisi militer dari Afrika Utara menuju wilayah barat daya, benua Eropa, yaitu pada tahun 711 M. Setelah Aljazair dan Maroko dapat ditundukan, Tariq bin Ziyad, pemimpin pasukan Islam, dengan pasukannya menyeberangi selat yang memisahkan antara Maroko (magrib) dengan benua Eropa, dan mendarat di suatu tempat yang sekarang dikenal dengan nama Gibraltar (Jabal Thariq). Tentara Spanyol dapat dikalahkan. Dengan demikian, Spanyol menjadi sasaran ekspansi selanjutnya. Ibu kota Spanyol, Cordoba, dengan cepatnya dapat dikuasai. Menyusul setelah itu kota-kota lain seperti Seville, Elvira dan Toledo yang dijadikan ibu kota Spanyol yang baru setelah jatuhnya Cordoba. Pasukan Islam memperoleh kemenangan dengan mudah karena mendapat dukungan dari rakyat setempat yang sejak lama menderita akibat kekejaman penguasa.
Pada masa ini sudah dipakai mata uang yg resmi sebagai alat pertukaran barang, menertibkan organisasi militer,barak militer,penggajian utk pegawai dll

Kekhalifahan Abbasiyah
Pada periode pertama pemerintahan Bani Abbas mencapai masa keemasannya.  Periode ini juga berhasil menyiapkan landasan bagi perkembangan filsafat dan ilmu pengetahuan dalam Islam. Namun setelah periode ini berakhir, pemerintahan Bani Abbas mulai menurun dalam bidang politik, meskipun filsafat dan ilmu pengetahuan terus berkembang.
Masa pemerintahan Abu al-Abbas, pendiri dinasti ini sangat singkat, yaitu dari tahun 750-754 M. Selanjutnya digantikan oleh Abu Ja'far al-Manshur (754-775 M), yang keras menghadapi lawan-lawannya terutama dari Bani Umayyah, Khawarij, dan juga Syi'ah. Untuk memperkuat kekuasaannya, tokoh-tokoh besar yang mungkin menjadi saingan baginya satu per satu disingkirkannya. Abdullah bin Ali dan Shalih bin Ali, keduanya adalah pamannya sendiri yang ditunjuk sebagai gubernur oleh khalifah sebelumnya di Syria dan Mesir dibunuh karena tidak bersedia membaiatnya, al-Manshur memerintahkan Abu Muslim al-Khurasani melakukannya, dan kemudian menghukum mati Abu Muslim al-Khurasani pada tahun 755 M, karena dikhawatirkan akan menjadi pesaing baginya.
Pada mulanya ibu kota negara adalah al-Hasyimiyah, dekat Kufah. Namun, untuk lebih memantapkan dan menjaga stabilitas negara yang baru berdiri itu, al-Mansyur memindahkan ibu kota negara ke kota yang baru dibangunnya, Baghdad, dekat bekas ibu kota Persia, Ctesiphon, tahun 762 M. Dengan demikian, pusat pemerintahan dinasti Bani Abbas berada di tengah-tengah bangsa Persia. Di ibu kota yang baru ini al-Manshur melakukan konsolidasi dan penertiban pemerintahannya, di antaranya dengan membuat semacam lembaga eksekutif dan yudikatif. Di bidang pemerintahan, dia menciptakan tradisi baru dengan mengangkat Wazir sebagai koordinator dari kementrian yang ada, Wazir pertama yang diangkat adalah Khalid bin Barmak, berasal dari Balkh, Persia. Dia juga membentuk lembaga protokol negara, sekretaris negara, dan kepolisian negara di samping membenahi angkatan bersenjata. Dia menunjuk Muhammad ibn Abdurrahman sebagai hakim pada lembaga kehakiman negara. Jawatan pos yang sudah ada sejak masa dinasti Bani Umayyah ditingkatkan peranannya dengan tambahan tugas. Kalau dulu hanya sekadar untuk mengantar surat. Pada masa al-Manshur, jawatan pos ditugaskan untuk menghimpun seluruh informasi di daerah-daerah sehingga administrasi kenegaraan dapat berjalan lancar. Para direktur jawatan pos bertugas melaporkan tingkah laku gubernur setempat kepada khalifah.
Khalifah al-Manshur berusaha menaklukkan kembali daerah-daerah yang sebelumnya membebaskan diri dari pemerintah pusat, dan memantapkan keamanan di daerah perbatasan. Di antara usaha-usaha tersebut adalah merebut benteng-benteng di Asia, kota Malatia, wilayah Coppadocia dan Cicilia pada tahun 756-758 M. Ke utara bala tentaranya melintasi pegunungan Taurus dan mendekati selat Bosphorus. Di pihak lain, dia berdamai dengan kaisar Constantine V dan selama gencatan senjata 758-765 M, Bizantium membayar upeti tahunan. Bala tentaranya juga berhadapan dengan pasukan Turki Khazar di Kaukasus, Daylami di laut Kaspia, Turki di bagian lain Oxus, dan India.

Dari gambaran di atas Bani Abbasiyah pada periode pertama lebih menekankan pembinaan peradaban dan kebudayaan Islam daripada perluasan wilayah. Inilah perbedaan pokok antara Bani Abbas dan Bani Umayyah. Di samping itu, ada pula ciri-ciri menonjol dinasti Bani Abbas yang tak terdapat pada zaman Bani Umayyah.

1.Dengan berpindahnya ibu kota ke Baghdad, pemerintahan Bani Abbas menjadi jauh dari pengaruh Arab Islam. Sedangkan dinasti Bani Umayyah sangat berorientasi kepada Arab Islam. Dalam periode pertama dan ketiga pemerintahan Abbasiyah, pengaruh kebudayaan Persia sangat kuat, dan pada periode kedua dan keempat bangsa Turki sangat dominan dalam politik dan pemerintahan dinasti ini.
2.Dalam penyelenggaraan negara, pada masa Bani Abbas ada jabatan wazir, yang membawahi kepala-kepala departemen. Jabatan ini tidak ada di dalam pemerintahan Bani Umayyah.
3.Ketentaraan profesional baru terbentuk pada masa pemerintahan Bani Abbas. Sebelumnya, belum ada tentara khusus yang profesional.
Sebagaimana diuraikan di atas, puncak perkembangan kebudayaan dan pemikiran Islam terjadi pada masa pemerintahan Bani Abbas. Akan tetapi, tidak berarti seluruhnya berawal dari kreativitas penguasa Bani Abbas sendiri. Sebagian di antaranya sudah dimulai sejak awal kebangkitan Islam.
4.Dalam bidang pendidikan, misalnya, di awal Islam, lembaga pendidikan sudah mulai berkembang. Ketika itu, lembaga pendidikan terdiri dari dua tingkat:
a.Maktab/Kuttab dan masjid, yaitu lembaga pendidikan terendah, tempat anak-anak mengenal dasar-dasar bacaan, hitungan dan tulisan; dan tempat para remaja belajar dasar-dasar ilmu agama, seperti tafsir, hadits, fiqh dan bahasa.
b.Tingkat pendalaman, dimana para pelajar yang ingin memperdalam ilmunya, pergi keluar daerah menuntut ilmu kepada seorang atau beberapa orang ahli dalam bidangnya masing-masing. Pada umumnya, ilmu yang dituntut adalah ilmu-ilmu agama. Pengajarannya berlangsung di masjid-masjid atau di rumah-rumah ulama bersangkutan. Bagi anak penguasa pendidikan bisa berlangsung di istana atau di rumah penguasa tersebut dengan memanggil ulama ahli ke sana.
c.Lembaga-lembaga ini kemudian berkembang pada masa pemerintahan Bani Abbas, dengan berdirinya perpustakaan dan akademi. Perpustakaan pada masa itu lebih merupakan sebuah universitas, karena di samping terdapat kitab-kitab, di sana orang juga dapat membaca, menulis, dan berdiskusi. Perkembangan lembaga pendidikan itu mencerminkan terjadinya perkembangan dan kemajuan ilmu pengetahuan. Hal ini sangat ditentukan oleh perkembangan bahasa Arab, baik sebagai bahasa administrasi yang sudah berlaku sejak zaman Bani Umayyah, maupun sebagai bahasa ilmu pengetahuan. Di samping itu, kemajuan itu paling tidak, juga ditentukan oleh dua hal, yaitu:
5.Terjadinya asimilasi antara bangsa Arab dengan bangsa-bangsa lain yang lebih dahulu mengalami perkembangan dalam bidang ilmu pengetahuan. Pada masa pemerintahan Bani Abbas, bangsa-bangsa non-Arab banyak yang masuk Islam. Asimilasi berlangsung secara efektif dan bernilai guna. Bangsa-bangsa itu memberi saham tertentu dalam perkembangan ilmu pengetahuan dalam Islam. Pengaruh Persia, sebagaimana sudah disebutkan, sangat kuat di bidang pemerintahan. Di samping itu, bangsa Persia banyak berjasa dalam perkembangan ilmu, filsafat, dan sastra. Pengaruh India terlihat dalam bidang kedokteran, ilmu matematika dan astronomi. Sedangkan pengaruh Yunani masuk melalui terjemahan-terjemahan dalam banyak bidang ilmu, terutama filsafat.

Masa Disintegrasi (1000-1250 M)
Akibat dari kebijaksanaan yang lebih menekankan pembinaan peradaban dan kebudayaan Islam dari pada persoalan politik itu, provinsi-provinsi tertentu di pinggiran mulai lepas dari genggaman penguasa Bani Abbas, dengan berbagai cara di antaranya pemberontakan yang dilakukan oleh pemimpin lokal dan mereka berhasil memperoleh kemerdekaan penuh.

Kesultanan Utsmaniyah
Kesultanan Ottoman atau Turki saja, adalah imperium lintas benua yang didirikan oleh suku-suku Turki di bawah pimpinan Osman Bey di barat laut Anatolia pada tahun 1299. Seiring penaklukan Konstantinopel oleh Mehmed II tahun 1453, negara Utsmaniyah berubah menjadi kesultanan.
Sepanjang abad ke-16 dan 17, tepatnya pada puncak kekuasaannya di bawah pemerintahan Suleiman agung, Kesultanan Utsmaniyah adalah salah satu negara terkuat di dunia, imperium multinasional dan multibahasa yang mengendalikan sebagian besar Eropa Tenggara, Asia Barat/Kaukasus, Afrika Utara, dan Tanduk Afrika.
Pada awal abad ke-17, kesultanan ini terdiri dari 32 provinsi dan sejumlah negara vasal, beberapa di antaranya dianeksasi ke dalam teritori kesultanan, sedangkan sisanya diberikan beragam tingkat otonomi dalam kurun beberapa abad.
Dengan Konstantinopel sebagai ibu kotanya dan kekuasaannya atas wilayah yang luas di sekitar cekungan Mediterania, Kesultanan Utsmaniyah menjadi pusat interaksi antara dunia Timur dan Barat selama lebih dari enam abad. Kesultanan ini bubar pasca Perang Dunia I. Pembubarannya berujung pada kemunculan rezim politik baru di Turki, serta pembentukan Balkan dan Timur Tengah yang baru.

Perancis dan Kesultanan Utsmaniyah bersatu karena sama-sama menentang pemerintahan Habsburg dan menjadi sekutu yang kuat. Penaklukan Nice (1543) dan Corsica (1553) oleh Perancis adalah hasil kerja sama antara pasukan raja Francis I dari Perancis dan Suleiman. Pasukan tersebut dipimpin oleh laksamana Utsmaniyah Barbarossa Hayreddin Pasha dan Turgut Reis.[28] Satu bulan sebelum pengepungan Nice, Perancis membantu Utsmaniyah dengan mengirimkan satu unit artileri pada penaklukan Esztergom tahun 1543. Setelah bangsa Turk membuat serangkaian kemajuan tahun 1543, penguasa Habsburg Ferdinand I secara resmi mengakui pemerintahan Utsmaniyah di Hongaria pada tahun 1547.
Pada tahun 1559, setelah perang Ajuuraan-Portugal pertama, Kesultanan Utsmaniyah menganeksasi Kesultanan Adal yang lemah ke dalam wilayahnya. Ekspansi ini mengawali pemerintahan Utsmaniyah di Somalia dan Tanduk Afrika. Aneksasi tersebut juga meningkatkan pengaruh Utsmaniyah di Samudra Hindia untuk bersaing dengan Portugal.

Pada akhir masa kekuasaan Suleiman, jumlah penduduk Kesultanan Utsmaniyah mencapai 15.000.000 orang dan tersebar di tiga benua.Selain itu, kesultanan ini menjadi kekuatan laut besar yang mengendalikan sebagian besar Laut Mediterania. Saat itu, Kesultanan Utsmaniyah adalah bagian utama dari lingkup politik Eropa. Kesuksesan politik dan militernya sering disamakan dengan Kekaisaran Romawi, salah satunya oleh cendekiawan Italia Francesco Sansovino dan filsuf politik Perancis Jean Bodin.

Islam dan Jalur Sutera
Jalur Sutra (Hanzi tradisional: 絲綢之路; Hanzi yang Disederhanakan: 丝绸之路; pinyin: sī chóu zhī lù, bahasa Persia راه ابریشم Râh-e Abrisham) adalah sebuah jalur perdagangan melalui Asia yang menghubungkan antara Timur dan Barat dengan dihubungkan oleh pedagang, pengelana, biarawan, prajurit, nomaden dengan menggunakan karavan dan kapal laut, dan menghubungkan Chang'an, Republik Rakyat Tiongkok, dengan Antiokhia, Suriah, dan juga tempat lainnya pada waktu yang bervariasi. Pengaruh jalur ini terbawa sampai ke Korea dan Jepang. Pertukaran ini sangat penting tak hanya untuk pengembangan kebudayaan Cina, India dan Roma namun juga merupakan dasar dari dunia modern. Istilah 'jalur sutra' pertama kali digunakan oleh geografer Jerman Ferdinand von Richthofen pada abad ke-19 karena komoditas perdagangan dari Cina yang banyak berupa sutra

Asal-usul Sutra dan Perkembangan Sutra di Cina
Legenda Cina memberi gelar Dewi Sutra kepada Putri Hsi-Ling-Shih, istri Kaisar Kuning yang mistis, yang disebut memerintah Cina sekitar tahun 3000SM. Putri Hsi-Ling-Shih dianggap berjasa memperkenalkan ulat sutra dan cara pengembakbiakannya. Pada tahun 1927 ditemukan kepompong ulat sutra dari masa 2600-2300SM di bantaran Sungai Huangho, Propinsi Shanxi, Cina sebelah utara. Di Qianshanyang, Propinsi Zhejiang ditemukan pita, serat sutra, dan perca, dari masa sekitar tahun 2000SM. Di bagian hilir Sungai Yang-tze bahkan ditemukan sebuah cangkir kecil dari gading bermotif-hias ulat sutra, alat tenun, serat sutra dan perca dari masa antara 6000-7000SM.
Pada awalnya sutra hanya boleh digunakan di kalangan istana (raja, kerabat dekat, pejabat tinggi). Di dalam istana, kaisar mengenakan jubah sutra putih, di luar istana kaisar dan permaisurinya mengenakan jubah sutra kuning. Pada Abad-5SM, paling tidak terdapat enam propinsi Cina penghasil sutra. Setiap musim semi, Permaisuri memimpin langsung upacara pembuatan sutra. Kerahasiaan teknik dan proses pembuatan sutra dijaga ketat oleh kerajaan. Barangsiapa membuka rahasia, atau menyelundupkan telur atau kepompong sutra ke luar Cina, akan dihukum mati. Secara bertahap produksi kain sutra menjadi industri dan elemen penting ekonomi Cina, sutra digunakan sebagai instrumen musik, tali pancing, tali busur panah, tali pengikat, dan kertas tulis. Akhirnya orang kebanyakanpun boleh mengenakan pakaian sutra. Pada masa Dinasti Han [206SM-220M] sutra tidak lagi sekedar produk industri atau barang dagangan. Petani membayar pajak dengan beras dan sutra, pegawai menerima gaji dan hadiah sutra.

Perdagangan Sutra
Sutra menjadi komoditi perdagangan internasional Cina yang sangat berharga antara. Perdagangan sutra telah terjadi jauh sebelum Jalur Sutra dibuka resmi pada Abad-3SM. Di desa Deir el Medina dekat Thebes, Lembah Raja-raja, Mesir, situs makam para pekerja raja Mesir, ditemukan mummi seorang wanita berusia antara 30-50 tahun. Mummi tersebut mengenakan sutra. Berdasarkan data anthropologis, metode mummifikasi, keadaan makam dan ‘amino-acid racemization’, mummi tersebut dinyatakan berasal dari sekitar tahun 1070, masa Dinasti Ke-21! [G.Lubec, J. Holaubek, C. Feldl, B. Lubec, E. Strouhal. NATURE, March 4, 1993]. Sebelum temuan ini, tercatat bahwa sutra digunakan di Mesir pada masa Dinasti Ptolomeik (sekitar Abad-3), termasuk Cleopatra.
Pada Abad-4SM, orang-orang Yunani dan Roma mulai berbicara tentang Seres, Kerajaan Sutra. Beberapa sejarawan menceritakan bahwa pasukan Marcus Licinius Crassus, Gubernur Siria, adalah orang Romawi pertama yang matanya silau (dalam arti sebenarnya) karena sutra. Dalam pertempuran Carrhae dekat Sungai Efrat, tahun 53SM, para serdadu Romawi panik karena mata mereka silau oleh kilauan sutra rompi pelindung serdadu Partian. Dalam waktu satu dasawarsa sutra Cina menjadi pakaian eksklusif elit Roma (seluruh pakaian Kaisar Heliogabalus [218-222] terbuat dari sutra), tapi segera meluas ke berbagai lapisan masyarakat, bahkan yang terendah, seperti dicatat Marcellinus Ammianus, tahun 380. Permintaan sutra semakin meningkat, sehingga harga sutra di Roma sangat tinggi (sepotong sutra dari jenis terbaik berharga 300 denarii, senilai gaji setahun prajurit Romawi). Banyak sumber menyatakan bahwa permintaan tinggi sutra impor telah merusak sendi-sendi ekonomi Romawi.
Pada Abad-2SM, duta Kaisar Wu-Ti dari Dinasti Han mengunjungi Persia dan Mesopotamia, membawa berbagai hadiah, termasuk sutra. Kejayaan sutra dan Jalur Sutra berlanjut di masa Dinasti Tang [618-907], seperti terbukti dari banyak penemuan arkeologis (penemuan Aurel Stein tahun 1907 adalah salah satu yang paling dramatis). Stein menemukan lebih dari 10,000 naskah, berbagai lukisan, kain dan panji sutra di sebuah ruangan di Gua Seribu Buddha, dekat Dunhuang, sebuah tempat perhentian di sebelah baratlaut Gansu. Artefak itu adalah barang yang disembunyikan para biarawan Buddhis karena adanya sinyal serangan suku Tangut dari Tibet, sekitar tahun 1015.

Jalur Sutera dan Islam
 Di masa Rasulullah SAW mengembangkan Islam, China telah berhubungan erat dengan negeri-negeri di jazirah Arab melalui jalur sutra. China resmi menerima kehadiran Islam pada tahun 651 Masehi. Adalah sahabat Rasul Sa’ad Ibnu Abu Waqqash yang membawa Islam ke daratan China. Mengikuti rute jalur sutra, sahabat Rasulullah ini tiba di Guangzhou, pesisir selatan China. Orang arab melakukan misi perdagangan sampai ke China hanya dalam beberapa tahun. Setelah nabi Muhammad SAW wafat, mendirikan koneksi yang menjaga keberlangsungan hubungan dengan Persia dan muslim Sogdian. Begitu pula pedagang Iran yang telah lama berdagang dengan China, menjadi sebuah citra Islam disana. Jalur sutra pada akhirnya menjadi sarana penyebaran Islam. Dimulai dari karafan-karafan dalam perdagangan timur-barat, yang pada akhirnya menyebar ke berbagai belahan dunia. Sejak masa Khalifah Umayyah pada abad ke-7, Islam menyebar pula melalui jalur sutra di Asia Tengah hingga mencapai China. Salah satu wilayah penyebaran Islam yang penting adalah Transoksiana dan Sirdaria yang bermuara di laut arab. Selain pengaruh Islam dari Baghdad, kemudian budaya Islam Parsi juga memasuki wilayah itu, sehingga kota-kota Bukhara dan Samarkand berubah menjadi pusat peradaban Islam Parsi.

Awal mula Islam masuk dalam dinasty kerajaan Tiongkok Kuno
Mongolia di bawah pimpinan Genghis Khan berhasil menaklukkan Khilafah Islam Abbasiyah di Baghdad. Pasukan Mongol juga berhasil menaklukkan Dinasti Sung di Cina. Saat itu, Pasukan Mongol berhasil menganeksasi wilayah yang membentang dari Gurun Gobi hingga Polandia. Ketika itu, di Cina sudah banyak penduduk yang memeluk agama Islam sejak zaman Dinasti Tang (Dinasti sebelum Sung).
Populasi penduduk Muslim yang menetap di Cina kemudian semakin bertambah karena banyak muslim asal Arab dan Asia Tengah yang tertawan dan dibawa ke Cina oleh pasukan Mongol. Anak-cucu Genghis Khan kemudian memerintah Cina dan mendirikan Dinasti Yuan (Guan). Dinasti Guan ini pernah mengirimkan pasukan untuk menaklukan Jawa (Kerajaan Singasari) atas perintah Kubilai Khan, cucu dari Genghis Khan. Pasukan itu gagal menaklukan Jawa karena berhasil dipecundangi oleh pasukan Raden Wijaya yang kemudian menjadi Raja Majapahit pertama.
Pemerintahan Mongol (Yuan) ini menjalankan politik diskriminasi yang membagi penduduk di Tiongkok kedalam tiga golongan yang terpolarisasi. Golongan atau hirarki pertama dan teratas adalah orang Mongol sendiri, golongan kedua yang setara dengan orang Mongol adalah penduduk Muslim yang berasal dari Arab dan Asia Tengah, dan golongan ketiga adalah bangsa Han atau bangsa Cina asli.
Para penduduk Muslim pendatang tersebut akhirnya berhasil mengasimilasikan diri dengan bangsa Han dan mengadaptasi adat istiadat dan kebudayaan setempat sejauh tidak bertentangan dengan ajaran agama. Proses persatuan bangsa Han dan penduduk muslim pendatang itu kemudian berbalik menjadi mata pisau yang tajam dan mengarah kepada bangsa penjajah Mongol.
Ketika berbagai pemberontakan terhadap kekuasaan Dinasti Yuan meletus, banyak di antara pemimpin pemberontakan atau orang-orang yang berperan penting di dalam pemberontakan merupakan orang-orang Islam. Puncak perlawanan kepada Dinasti Yuan terjadi di tahun 1368, saat kekuasaan Dinasti Yuan di Cina pun tumbang.
Kemudian, bangsa Han, bersama-sama dengan orang Islam mendirikan Dinasti Ming dengan mengangkat Zhu Yuanzhang sebagai Kaisar pertama dinasti itu. Zhu Yuanzhang (1328-1398) bukanlah seorang bangsawan. ia berasal dari kalangan jelata.yang miskin. Dia sangat dikagumi sekaligus juga dicerca. Ia dikagumi karena mampu mengusir penguasa atau penjajah asing dan memulihkan kekuasaan Cina di bawah naungan bangsa Han. Zhu Yuanzhang juga diakui telah banyak membangun Cina setelah dilanda peperangan yang panjang. Ia memperbaiki kanal yang terbengkalai dan rusak, menggalakkan sektor pertanian, menghijaukan kembali hutan-hutan yang gundul, melanjutkan pembangunan kembali Tembok Besar (Great Wall). Namun ia juga dicerca karena gaya pemerintahannya yang dijalankan dengan tangan besi, tirani, dan despotik.

Cheng Ho, Dinasty Ming dan Islam
Cheng Ho adalah tokoh Muslim Cina legendaris yang juga Panglima Angkatan Laut Cina di zaman Dinasti Ming. Masa pemerintahan Dinasti Ming di Cina adalah masa yang sangat menarik dan dapat dikatakan sebagai masa kejayaan Islam di Cina. Pada masa pemerintahan Dinasti Ming ini, banyak pejabat negara dan anggota keluarga kerajaan yang beragama Islam. Dinasti Ming turut memberi kebangkitan kepada Cina Muslim termashyur, Cheng Ho, penjelajah, pelaut, dan laksamana armada. Ia dilahirkan pada tahun 1371 di Yunnan. Ia menjadi penasehat Kaisar Yongle (1403-1424), kaisar ke-3 Dinasti Ming. Antara 1405 dan 1433, pemerintah Ming membiayai ekspedisi Cheng Ho ke Samudra Hindia, hingga sejauh Afrika Timur. Sejarawan amatir Gavin Menzies mengklaim bahawa Cheng Ho mengembara Ke Afrika Barat, Amerika Utara dan Selatan, Greenland, Antarktika dan Australia, meskipun gagasan ini tidak dianggap serius oleh sejarawan profesional.

Tiongkok adalah negara dengan ribuan suku dan luas yang selalu jatuh bangun karena perang saudara, mulai dari jaman Tiongkok Kuno dinasty jatuh bangun sampai 10 dinasty kekaisaran, masa republik tahun 1912 sampai tahun 1949 terjadi perang saudara berkepanjangan.

Selamat membaca
Silahkan dimengerti dan direnungkan
Mohon maaf bila ada salah kata sebelumnya dan mohon dikoreksi, saya memberikan ini untuk kita belajar sejarah bersama untuk kebaikan kita bersama di masa depan.

Semoga bermanfaat bagi kita semua

Learn from yesterday,live for today and hope for tomorrow
Albert Einstein

Sabtu, 23 Januari 2016

Kupasan Singkat Mujahidin,Taliban,Al Qaeda dan ISIS dari wikileaks

Wikileaks, sumber terpercaya dan akurat dari seorang 'ronin'

Wikileaks
Media internasional yang dibentuk tahun 2006 oleh beberapa jurnalis,aktivis untuk mengungkap
rahasia-rahasia negara , organisasi ini berpusat di Stockholm,Swedia dengan direkturnya Julian Assange, Demi keamanan situs ini dapat diakses di http://www.wikileaks.ch/ dialihkan dari alamat aslinya http://www.wikileaks.org/

https://id.wikipedia.org/wiki/WikiLeaks

Juli 2010 membuat dunia gempar dengan pengungkapan rahasia- rahasia dokumen perang Afganistan, 
Oktober 2010 mengungkap hampir 400ribu dokumen Amerika tentang perang Irak yang menampar Amerika karena diungkap motivasi perang tersebut bukan pelucutan senjata pemusnah massal tapi menurunkan Saddam Hussein.



Julian Assange sekarang menjadi buronan internasional, diburu interpol karena aktivitasnya membongkar kebenaran, rahasia-rahasia negara.
https://id.wikipedia.org/wiki/Julian_Assange





Sebenarnya mulai dari mujahidin,taliban,al qaeda, sampai Isis adalah alatAlat dari negara lawan utk menjatuhkan sebuah pemerintahan yang menjadi lawan negara itu.


Ada beberapa yang perjuangannya murni spt mujahidin,taliban mereka berjuang utk ideologi dan tujuan yg saya nilai relatif jelas, meskipun keras

Al Qaeda sendiri saya lihat awal pendiriannya baik mereka bergerak dalam bidang kemanusiaan dan sosial, Al Qaeda dibentuk jaman perang Iran-Irak, Saudi dan Amerika yg takut akan kekuatan militer Saddam Hussein.

Osama Bin Laden imigran Arab asal Yaman,awalnya adalah orang sipil,seorang insinyur karena banyak membantu negara lewat kemanusiaan dan sosial Osama banyak mendapat proyek2 pemerintah,akhirnya dia menjadi salah satu konglomerat di Arab Saudi, setelah Saddam Hussein tumbang, hubungan harmonis Amerika dan Arab Saudi ditentang Osama karena melihat pengaruh Amerika semakin kuat di timur tengah.

Penentangan Osama berimbas pada dirinya, kewarganegaraanya dicabut,dihukum penjara,melarikan diri.Al Qaeda yang awalnya bergerak dlm bidang kemanusiaan dan sosial berubah menjadi organisasi perlawanan, menyerang semua yg bukan Islam,terutama milik Amerika dan Israel. Itulah kenapa Al Qaeda secara doktin dan ideologi lebih kuat daripada ISIS.


Salah satu anak buah Osama Al Baghdadi memiliki pandang lebih ekstrem lagi, setelah Osama meninggal ditembak pasukan amerika di Pakistan, Al Baghdadi dengan ISISnya mulai berkembang pesat, hal itu juga karena awalnya dibiayai oleh Arab Saudi dan dilatih pasukan Amerika di Turki utk menggulingkan pemerintahan Bashar Al Assad, Suriah.


Semakin lemah Bashar semakin kuat ISIS,Irak Utara sampai sebagian Suriah menjadi daerah taklukannya.
Idelogi yang lebih keras membuat korban lebih besar, ISIS menyerang bukan hanya Bashar Al Assad tapi juga semua hal,semua orang yg tdk sepaham dengannya,mulai dr Kurdi,Sunni,Syiah semua juga diserangnya.




Anda tahu kenapa harga minyak dunia merosot,hampir USD 27/barrel krn ISIS menjual minyak dari ladang2 minyak yg dikuasainya dengan harga dibawah USD 15/barrels....pasar minyak dunia guncang, Russia turun tangan karena kepentingannya juga diusik,sebagai negara produsen minyak negaranya krisis ekonomi. Arab Saudi,Amerika dll pun juga dilanda krisis karena harga minyak ini.


Perang Mujahiddin,taliban,Al qaeda dan Isis berbeda, mujahidin dan taliban lebih ke arah sektarian, Al
qaeda perlawanan bawah tanah, Kalau Isis ini lebih ke arah perang konvensional dan ekonomi

Masalah yang terjadi untuk negara-negara yang berada diluar lingkaran adalah, serangan ISIS cenderung liar, semua diserang semua dihajar.


Secara ideologi juga brutal, bukan hukum agama lagi tapi perintah pemimpin yg jadi patokan banyak tragedi penculikan,pemerkosaan,perbudakan, pembunuhan massal di daerah2 yg menjadi kekuasaan ISIS, tercatat lebih dari 2 juta rakyat Suriah menjadi pengungsi.

Dari sini kita bisa berkesimpulan,
Sebagian besar dari perang perebutan kekuasaan dan minyak adalah orang-oran tidak bersalah, rakyat menderita
Politik memecah belah dan menjatuhkan pemerintahan yg dilakukan Amerika,Saudi,Israel adalah awal dari semua kehancuran ini.
Kebenaran bisa dibelokkan,bisa ditutupi tapi tidak bisa dihilangkan, waktu yang membuktikan.

Sumber
Wikileaks.ch
Wikipedia.
http://www.republika.co.id/berita/breaking-news/internasional/10/11/30/149426-inilah-isi-dokumen-rahasia-amerika-serikat-yang-dibocorkan-wikileaks
http://international.sindonews.com/read/1015366/43/aib-rahasia-dibongkar-wikileaks-saudi-berang-1434943534
http://www.theglobal-review.com/content_detail.php?lang=id&id=111&type=1

Minggu, 13 Desember 2015

Orang Samaria Yang Murah Hati

Diskusi Kristen

Lukas 10 : 25 - 37
Ada seorang menuju Yerikho dari Yerusalem, lalu jatuhlah ia ke tangan penyamun, diambilah harta dan bajunya, dipukulah sehingga hampir mati di jalan itu, lalu lewatlah seorang imam, melihatnya lalu menyimpanglah ia dari jalur lintasannya, lalu lewatlah seorang Lewi di jalan itu, melihat lelaki itu ia menyimpang juga, menghindari. Lalu lewatlah seorang Samaria (di luar Yahudi), mendatangi lelaki ltu, jatuh kasihanlah dia, lalu dibebatlah lukanya, dituangkannya minyak dan air anggur ke atasnya, ia menaikkan lelaki itu ke atas keledainya, dengan berjalan dituntunlah keledai itu ke rumah tumpangan serta membela dia. Keesokkan harinya dikeluarkannya 2 dinar kepada pemilik rumah tumpangan, 
"Rawatlah dia, belanjakan apa yang kau perlu untuk merawat dia, esok aku kembali,kalaulah ada kekurangan aku akan menggantinya"

Tulisan ini saya ungkapkan untuk kita renungkan sebagai umat Kristen bagian dari warga negara Indonesia.
Suatu saat ada permintaan dari pemimpin gereja saya untuk menjadi pembicara dalam kebaktian kaum muda gereja kami. Saya sepakati tapi dengan syarat, 
Tema saya buat, dengan persetujuan
Hal ini saya ajukan sebagai "sedikit pembalasan" krn saya dianggap terlalu sekuler atau nasionalis he ...he

Seperti kita ketahui banyak gereja mengalami kemerosotan jumlah jemaat, terutama kaum muda jumlahnya menyusut karena kebosanan, karena kontradiksi, kontradiksi yang dibuat oleh pemimpin-pemimpin gereja sendiri. Banyak pemimpin-pemimpin gereja yang kehidupan pribadinya menjadi sorotan, anak2nya terkena narkoba, rebutan gereja dan harta, hidup borjuis dll
Anak-anak muda yang penuh dengan idealisme dan pencarian jati diri tidak akan mudah jiwa mereka menerima itu, jiwa mereka akan menolak, pikiran mereka akan bertanya-tanya lalu apa bedanya kita dengan mereka?perbuatan pemimpin kita lebih buruk?

Hindari kemunafikan
Yesus sendiripun datang ke dunia bukan untuk ahli Taurat,kaum Parisi dan Saduki, golongan orang yang mengaku suci, berbaju sopan tapi berpikiran dengki, tapi untuk kaum papa, berdosa yang memerlukan "obat"
"Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, Aku datang bukan untuk memanggil orang benar tapi orang berdosa" (Markus 2 :16)
Bahkan banyak contoh dalam alkitab, Yesus makan bersama-sama dengan pemungut cukai, membela seorang pelacur yang akan dirajam, menyembuhkan seorang perempuan berdosa, memberi makan 5 ribu orang dll
Jangan lah kita menjadi kaum parisi dan ahli taurat rohani, yang dengan mudah menuduh, mendengki orang, memberi beban berat kepada yang lain sementara kehidupan pribadi kita tdk lebih baik.
Lukas 7 : 36-50

Ketidak percayaan diri
Banyak pemimpin Kristen sekarang berpikir dalam kotak, contohnya saya pernah mengikuti khotbah salah satu topiknya ketakutan akan pluralisme, langsung saya geleng-geleng kepala
Langsung gelar doktornya dia lenyap didepan saya, apa yang kita takutkan akan pluralisme?Kita memang hidup di dunia yang plural, negara ini Bhinneka Tunggal Ika.
Apa anda takut dengan adanya pluralisme banyak orang Kristen masuk agama lain?
Apa anda bimbang dengan ajaran anda sendiri ?

Bukankah Yesus sendiri mengajarkan pluralisme ?
"Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri"
Matius 22 : 39

Saya pernah membaca sebuah tulisan, 
"Bahwa pluralisme adalah faham yang digunakan untuk men-dekristenkan orang-orang Kristen, faham yang mencampur semua agama menjadi satu"
Ini tulisan orang yang mengaku tahu tapi tidak sadar, mengaku pintar tapi tidak dalam.

Pluralisme :
Faham yang mengedepankan toleransi dan saling menghormati antara pemeluk SARA yang berbeda-beda.
Pluralisme dalam Indonesia disebut Bhinneka Tunggal Ika, meskipun berbeda-beda tetap satu jua.
Dalam konteks meskipun ada suku Jawa,Batak,Sunda,Dayak,Menado,Makassar,Papua tetap satu bangsa  yaitu bangsa Indonesia.
Meskipun ada agama Islam,Kristen,Katolik,Hindu,Buddha,KongHucu dan kepercayaan-kepercayaan tetap satu negara yaitu Negara Indonesia.
Jangan merasa rendah diri, dengan berinteraksi dengan yang lain kita takut kehilangan jati diri, dengan bersatu kita takut hilang atau kehilangan umat.

Percayalah, 


Seorang Gus Dur,Kyai terkenal dari NU datang masuk mengunjungi gereja tidak menghilangkan ke Islam-annya,





Seorang Ahok meneladani Gus Dur tidak kehilangan imannya terhadap Kristus.




Seorang kristen keluar dari Kristen bukan karena faham pluralisme tapi karena tidak ada teladan dari para pemimpinnya, berarti sebagai pemimpin Kristen jangan mencari alasan ataupun kambing hitam atas kegagalan kepemimpinan dan keteladanan.

Akibat pluralisme tidak ada dalam suatu masyarakat yang heterogen
- Perang Ambon
- Perang Serbia Bosnia
- Klu Klux Klan tahun 70an di Amerika
- Aphartheid di Afrika Selatan dll

"Belajarlah Ilmu sampai ke negeri China"
Jangan hidup dalam kotak, jangan belajar theologi sampai professor tapi lupa bahwa disekeliling kita adalah masyarakat plural, negeri Bhinneka Tunggal Ika.
Bahwa Acong ada,Amin pun ada, Simbolon ada Alif pun ada, Made ada Arif pun ada, mereka duduk sama rata berdiri sama tinggi
Mereka bisa masuk tempat ibadah yang berbeda, mereka bisa punya kulit yang berbeda warna tapi tetap mereka bersatu dalam NKRI.


Ingat hukum yang terutama
Pertama :
"Kasihilah Tuhan Allahmu dengan segenap hatimu, dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu" Matius 22:37
Kedua :
"Kasihilah sesamu manusia seperti dirimu sendiri" Matius 22 : 39



Hukum itu jelas maknanya maupun tulisannya.
Jangan mengangkat tulisan lain dengan membuat hukum2 lain yang utama, itu sama dengan anda memutarbalikkan Firman.
Jangan membuat Tuhan seperti skenario anda sendiri, merendahkan Firman dengan mensejajarkannya dengan pikiran manusia.
Pluralisme salah satu faham untuk mendamaikan masyarakat yang majemuk, anda sebagai kaum minoritas fahami dan terapkan dalam kehidupan sehari-hari untuk turut menciptakan kedamaian dunia sesuai teladan Kristus dalam Alkitab.
Jangan membuat Tuhan seperti punguasa sekte, terkotak-kotak, Tuhan itu penguasa dan pencipta alam dan seisinya, semua mendapat berkah dan anugerahnya, adapun cara kita menyembah dan meyakininya berbeda-beda itulah rahasia kebesaran Tuhan. Itulah cara kita menghormati Tuhan dengan mengamalkan sifat2nya di dunia yaitu Kasih

Saya tulis ini untuk kita umat Kristiani sadar bahwa hukum kita yang terutama salah satu implementasinya adalah pluralisme, kita menghargai dan menghormati segala perbedaan.
Buat para pemimpin Kristen sudah saatnya kita interospeksi dan sadar diri, cara-cara kambing hitam dan melepas tanggung jawab itu yang menjadi kegagalan Kekristenan di Eropa,Amerika dll.



Rabu, 02 Desember 2015

Bhinneka Tunggal Ika (Unity In Diversity)

Unity In Diversity (Bhinneka Tunggal Ika)
Forum Diskusi Youth GBI Harmoni

Bhinneka Tunggal Ika adalah moto atau semboyan Indonesia. Frasa ini berasal dari bahasa Jawa Kuna dan seringkali diterjemahkan dengan kalimat “Berbeda-beda tetapi tetap satu”.
Diterjemahkan per patah kata, kata bhinneka berarti "beraneka ragam" atau berbeda-beda. Kata neka dalam bahasa Sanskerta berarti "macam" dan menjadi pembentuk kata "aneka" dalam Bahasa Indonesia. Kata tunggal berarti "satu". Kata ika berarti "itu". Secara harfiah Bhinneka Tunggal Ika diterjemahkan "Beraneka Satu Itu", yang bermakna meskipun berbeda-beda tetapi pada hakikatnya bangsa Indonesia tetap adalah satu kesatuan.


Semboyan ini digunakan untuk menggambarkan persatuan dan kesatuan Bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang terdiri atas beraneka ragam budaya, bahasa daerah, ras, suku bangsa, agama dan kepercayaan.






Kalimat ini merupakan kutipan dari sebuah kakawin Jawa Kuna yaitu kakawin Sutasoma, karangan Mpu Tantular semasa kerajaan Majapahit sekitar abad ke-14. Kakawin ini istimewa karena mengajarkan toleransi antara umat Hindu Siwa dengan umat Buddha.


Kutipan ini berasal dari pupuh 139, bait 5. Bait ini secara lengkap seperti di bawah ini:
Rwāneka dhātu winuwus Buddha Wiswa,
Bhinnêki rakwa ring apan kena parwanosen,
Mangka ng Jinatwa kalawan Śiwatatwa tunggal,
Bhinnêka tunggal ika tan hana dharma mangrwa.



Terjemahan:
Konon Buddha dan Siwa merupakan dua zat yang berbeda.
Mereka memang berbeda, tetapi bagaimanakah bisa dikenali?
Sebab kebenaran Jina (Buddha) dan Siwa adalah tunggal
Terpecah belahlah itu, tetapi satu jugalah itu. Tidak ada kerancuan dalam kebenaran.

Kenapa kita butuh Bhinneka Tunggal Ika?

Tahun 2012 tercatat 64 kasus intoleransi beragama
(Kongkow Bareng Gus Dur)


Di antaranya adalah diskriminasi dan perusakan tempat ibadah.
Makin meluasnya intoleransi beragama menjadi rapor merah bagi pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) di Indonesia. Kasus intoleransi yang berujung pada kekerasan ini terjadi sebanyak 64 kasus di tahun 2012. Intoleransi ini juga didukung dengan tidak adanya hukuman yang setimpal bagi pelaku.
Ada 64 kasus yang terjadi selama 2012. Kasus ini berupa perusakan tempat ibadah (10), penghalangan aktivitas ibadah (20), penutupan tempat ibadah (7), tuduhan sesat (5), diskriminasi (4), pengusiran (3), pembunuhan (2), pembakaran pemukiman (2), penganiayaan (1), ancaman pembunuhan (1), dan lain-lain (6). Kasus ini paling banyak terjadi di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.


Kasus ini paling banyak menimpa kelompok Kristen dan Katolik. "Setidaknya ada 22 gereja yang ditutup dan disegel pemerintah," ujar Koordinator Pemantau Kebijaksanaan Lembaga Studi dan Advokasi Masyarakat (ELSAM), Wahyudi Djafar, di daerah Cikini, Jakarta Pusat, Rabu, 9 Januari 2013.








Wahyudi memberi contoh jemaat HBKP Filadelfia dan jemaat GKI Yasmin yang tidak bisa beribadat karena dilempari telur busuk dan air comberan. Kelompok Ahmadiyah pun tidak luput dari para intoleran.
Ada 12 peristiwa khusus yang ditujukan kepada kelompok yang dicap penganut aliran sesat, seperti perusakan tempat ibadah dan larangan melakukan ibadah.
Dalam pernyataannya, ELSAM mengatakan bahwa para pelaku kekerasan berasal dari ormas agama, pemerintah daerah, petugas kepolisian, warga, MUI daerah, KUA, dan lain-lain.
ELSAM melanjutkan, hukuman yang diterima sang pelaku kekerasan atas nama agama tidak sebanding dengan pelaku yang dituduh melakukan penodaan agama.
"Misalnya, pelaku kekerasan terhadap penganut Syiah di Sampang hanya dihukum 8 bulan penjara, sedangkan Tajul Muluk, sang pemimpin Syiah Sampang, dijatuhi hukuman 4 tahun penjara. Begitu pula dengan pelaku kekerasan dan penyerangan jemaat gereja HKBP Ciketing divonis 5-7 bulan penjara, sedangkan Andreas Guntur, pemimpin aliran Amanat Keagungan Illahi di Klaten, dihukum 4 tahun penjara," tulis pernyataan ELSAM.

Tahun 2013 tercatat 245 kasus intoleransi terjadi di Indonesia
(The Wahid Institute)

Intoleransi antar umat diciptakan untuk kepentingan kekuasaan dan uang
Dalam perkembangan dunia diikuti dengan perkembangan pemikiran - pemikiran maju telah terbukti bahwa isu- isu sara terbukti adalah pengalihan motif dari kekuasaan, uang, wilayah ke isu sara dan wajib kita yang telah terbuka pemikiran dan cara pandang menyikapi dengan hati-hati karena isu-isu sara bila tidak ditanggapi dengan dewasa maka dapat menimbulkan bencana.
(http://carapandangronny.blogspot.co.id/2015/10/pemanfaatan-isu-sara-untuk-kepentingan.html)

Saya ambil beberapa contoh dalam sejarah dunia

1.Adolf Hitler



Adolf Hitler 2 Agustus 1934 - 30 April 1945 dari Jerman pemimpin radikal dan fasis dari Jerman adalah salah satu orang yang berhasil menggunakan isu SARA sebagai pemikat rakyat Jerman.

Kesusahan rakyat Jerman atas krisis finansial tahun 1930 seakan mendapatkan oase dari kampanye Hitler tentang penyatuan Jerman Raya, menyatukan kembali wilayah-wilayah Eropa yang diklaim adalah milik Jerman, kampanye kebencian kepada bangsa Yahudi membuat partai Nazi menang pemilihan.
Membentuk persekutuan disebut grup Poros, terdiri atas Jerman, Italia dan Jepang.




Kampanye bangsa Aria sebagai bangsa terunggul di dunia, anti semit membuat dia memegang tampuk kekuasaan di Jerman dan memulai melaksanakan aksinya menyerang Polandia, sehingga membuat Jerman terlibat perang dengan kerajaan Inggris,sekutu Polandia. Serangan ke Denmark,Norwegia, Belanda, Luxemburg dan Belgia menarik Eropa, Afrika,Asia pecah dalam perang skala besar yang disebut perang dunia 2.

Akhir dari politik agresif Hitler adalah kekalahan perang bagi Jerman, kehancuran negara -  negara di dunia, Pembunuhan 6 juta etnis Yahudi dan 4 juta etnis lain dll
Nazi dan Hitler sampai saat ini menjadi trauma bagi dunia,dan terutama Yahudi dan Jerman sendiri.

2.Perang Serbia -Bosnia/Kroasia tahun 1992


Kampanye etnis dan agama dari kedua belah pihak pemimpin menjadikan gesekan dan perang antara ketiganya. Pertempuran sengit yang terjadi antara pasukan koalisi Kroasia dan Bosnia melawan pasukan Serbia. Terjadi pembersihan etnis yang dilakukan atas perintah pemimpin Serbia Jendral Ratko Mladic, ratusan ribu nyawa melayang sia - sia dan berbagai pelanggaran lainnya.




Akhir dari perang ini beberapa pemimpin Serbia ditangkap pasukan PBB dan dijatuhi hukuman di mahkamah internasional karena kejahatan kemanusiaan.


3.Perang Rwanda

Perang antara etnis Hutu dan Tutsi di Rwanda,Afrika Tengah, perang yang diawali penembakan presiden Habyariwana diikuti pembantaian masal etnis Tutsi dan Hutu moderat oleh ekstrimis bersenjata Hutu, diperkirakan 800 ribu nyawa terbunuh. Pasukan PBB yang sedikit tidak mampu menanggulangi kerusuhan dan pembantaian di seluruh negeri tersebut.



Contoh di IndonesiaKerusuhan Ambon


Kerusuhan yang diawali antara perkelahian pemuda Kristen Ambon J.L. yang berprofesi supir dengan NS preman asal Bugis tgl 19 Januari 1999 berkembang menjadi kerusuhan massal yang mengakibatkan kerugian jiwa dan harta mayoritas orang yang tidak bersalah.






Kenapa kasus intoleransi terjadi ?
Karena orang salah bertindak sedang orang benar diam

Martin Luther King Jr.





Toleransi dalam Kristen
Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri ( Matius 22:39 ).
Kamu telah mendengar firman: Kasihilah sesamamu manusia dan bencilah musuhmu. Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu.(Mat 5:43-44)
Baiklah tiap-tiap orang menguji pekerjaannya sendiri; maka ia boleh bermegah melihat keadaannya sendiri dan bukan melihat keadaan orang lain. Sebab tiap-tiap orang akan memikul Tanggungannya sendiri. Dan baiklah dia, yang menerima pengajaran dalam Firman, membagi segala sesuatu yang ada padanya dengan orang yang memberikan pengajaran itu.(Galatia 6 :4)
Jangan Sesat! Allah tidak membiarkan diri-Nya dipermainkan. Karena Apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya. Sebab barangsiapa menabur dalam Dagingnya, ia akan menuai kebinasaan dari Dagingnya, tetapi barangsiapa menabur dalam Roh, ia akan menuai Hidup yang Kekal dari Roh itu.(Galatia 6 :7-8)
Janganlah kita jemu-jemu berbuat Benar dan Baik, karena Apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah. Karena itu, selama masih ada ke-Sempatan bagi kita, marilah kita berbuat Benar dan Baik kepada semua orang (Galatia 6:9-10)

Contoh dalam alkitab toleransi
Kisah orang Samaria yang murah hati (Luk 10:29-37).

Contoh toleransi antar umat
1.Gus Dur, tokoh pluralis dan humanis di Indonesia, sebagai pemimpin NU organisasi muslim terbesar di Indonesia membela minoritas yg menderita diskriminasi di negeri ini seperti penutupan tempat ibadah, pelarangan beribadah dll

2.Anggota GP Ansor jaga gereja di Jakarta

Merdeka.com - Gerakan Pemuda (GP) Ansor, yang merupakan sayap organisasi Nahdlatul Ulama (NU) tiap tahunnya turut membantu dalam upaya pengamanan perayaan Natal dan tahun baru. Personel Banser GP Ansor ikut bersama Polri dan TNI menjaga kekhusyukan umat Kristiani saat beribadah di tiap gereja yang ada di DKI .
Irwan, Koordinator Lapangan Banser GP Ansor Jakarta Pusat mengutarakan sambutan baik dari pihak Gereja Kartedral saat dia dan personel banser lainnya mengamankan gereja terbesar di Jakarta itu selama tiga tahun terakhir.
"Alhamdulillah, respons mereka sangat bagus sekali. Konsumsi yang diberikan mereka tidak pernah kurang. Kami selalu disambut baik," kata Irwan dengan antusias saat ditemui merdeka.com di Kantor PP GP Ansor, Jl Kramat Raya, Jakarta Pusat, Rabu (23/12).

3.Pecalang amankan natal

Merdeka.com - Pecalang atau petugas keamanan desa adat ikut ambil bagian dalam pengamanan Hari Raya Natal dan tahun baru 2015 di masing-masing wilayah desa di Pulau Dewata.
"Kami juga libatkan pecalang. Di Bali ini luar biasa bahwa pecalang terlibat untuk pengamanan di masing-masing banjar (dusun adat)," kata Kepala Kepolisian Daerah Bali Inspektur Jenderal Albertus Julius Benny Mokalu di Denpasar, Rabu (24/12).
Pecalang sendiri akan berpartisipasi bersama aparat kepolisian dan TNI untuk menjaga keamanan wilayah khususnya di masing-masing desa.

4. Paus Fransiskus menulis surat untuk umat Nasrani di Timur Tengah. Sebuah surat yang berisi pesan solidaritas dan perdamaian antar-umat beragama.
Dalam suratnya Paus menyatakan keprihatinannya atas penderitaan yang terus dialami banyak warga di Timur Tengah akibat perang dan guncangan kelompok militan. "Pelecehan, kekerasan, dan tindakan yang tak berprikemanusiaan masih merajalela," ujar Paus, seperti dimuat situs Vatican Today.

Paus juga mengecam maraknya perdagangan senjata yang digunakan untuk aksi kekerasan demi memenuhi nafsu berkuasa dari segelintir pihak. Dia juga meminta pemimpin negara di Timur Tengah untuk lebih peduli dengan kaum minoritas. "Semoga saudara-saudara sekalian diberikan kekuatan dalam menghadapi beratnya cobaan ini. Kuatkanlah iman kalian," ujar pria yang dikenal hidup bersahaja itu. 

5. Pemuda di Ibu Kota Paris berusaha mengajak warga yang terguncang atas serangan teror pekan lalu, untuk tidak buru-buru membenci komunitas muslim. Dia berdiri di kawasan Taman Place de la Rpublique, mengikat matanya, sambil membawa papan bertuliskan
"Saya seorang muslim, saya disebut teroris. Saya percaya anda, apakah anda percaya saya? Jika percaya, silakan peluk saya."
The Sun melaporkan, Rabu (18/11), ratusan orang mendekati pemuda itu lalu memeluknya. Ada yang menyemangatinya, ada juga pengunjung taman yang menangis di pelukan pemuda itu. Pemuda tak disebut namanya itu berdiri sejak pagi sampai petang.Pemuda tak disebut detail namanya itu mengaku terpukul atas aksi teroris ISIS membantai 129 orang di seantero Paris pekan lalu. Pada saat itu, dia sedang merayakan ulang tahun.
"Saya muslim dan saya tidak pernah membunuh orang lain. Saya sama terpukulnya dengan keluarga korban," ujarnya.
Dia mengutuk tindakan ISIS membantai orang-orang tak berdosa di Paris. "Seorang muslim sejati tidak mungkin melakukan kejahatan semacam itu. Pembunuhan dilarang agama kami."

Apa yang bisa kita lakukan menjaga Bhinneka Tunggal Ika?
1.Jadilah garam dan terang dunia
Berikan contoh real dalam kehidupan sehari2 terhadap linkungan dimana anda berada, baik di sekolah,kampus, kantor lingkungan dengan saling menghormati, menghargai perbedaan SARA
2.Kritis terhadap “kekeliruan” di dalam dan apresiatif terhadap “kebenaran” di luar
Menjauhi kemunafikan dalam hidup dan menjadi agen perubahan positif baik dalam perkataan dan tindakan.
3.Janganlah kita jemu-jemu berbuat Benar dan Baik, karena Apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah. Karena itu, selama masih ada kesempatan bagi kita, marilah kita berbuat Benar dan Baik kepada semua orang (Galatia 6:9-10)

Terima Kasih
Ronny Leung
Blog : https://www.blogger.com/blogger.g?blogID=7095452369753358409#overview/src=dashboard


Kahiyang (Oleh : Abad Badruzaman)

Senang sekali kemarin bisa mengikuti seluruh prosesi pernikahan Kahiyang-Bobby. Yang datang ribuan. Rame, semarak, tapi tetap khidmat dan sy...