Kamis, 29 Desember 2016

Hati - hati, Agama Ibrahim dan Akhlak

Selama anda mengaku Katolik, Kristen ataupun Islam terhadap sosok bernama Isa Almasih atau Yesus Kristus. Dalam agama itu diakui Isa memiliki sifat2 keIlahian, dia juga disebut Kebenaran, dikandung oleh Roh Kudus, disebut Al-Masih atau Kristus yang berarti diurapi langsung oleh Allah, menguasai penyakit, alam dan kematian.

Saya tidak perlu membaca ayat berapa, kitab apa, silahkan dicari dalam kitab suci masing2. Semua anak adam yang lahir sudah disentuh setan/dosa kecuali isa. Ingat dia juga disebut hakim agung yang menjadi hakim semua manusia pada hari kiamat.

Itu kalau anda mengaku Katolik, Kristen ataupun Islam
Hanya Yudaisme yg tdk mengakui Isa/Yesus sebagai Mesias dlm agama2 dari Ibrahim.

Kita manusia terbatas dan semua dalam proses, mengerti akan sebenarnya Tuhan masih jauh dari nalar kita.Tapi kalaupun anda hujat, tertawakan bukan masalah juga

Mungkin levelmu beda dengan saya atau kebanyakan orang, saya masih manusia biasa perlu banyak belajar sedang anda sudah levelnya tinggi jangankan manusia, nabi saja sudah kau buat bahan tertawaan.

Mungkin anda bisa mempesona anak2 dengan amarah dan sok menang2anmu tapi buat saya beragama adalah belajar akhlak, dan maaf Isa Almasih atau Yesus Kristus jauh lebih berakhlak daripada anda.

Rabu, 28 Desember 2016

Tuhan dan Belajar Memahaminya

Saya dulu pernah menjadi atheis itu kenapa saya memahami kenapa orang menjadi atheis. Karena Tuhan itu digambarkan begitu hebatnya tapi dg respon begitu lambatnya.

Tuhan itu tdk seperti kita pergi ke restoran cepat saji, kita pesan 5-15 menit pesanan di tangan. Berhubungan dg Tuhan itu seperti kita meminta permen yg manis yang dikirim buku utk dibaca setebal 30cm utk dipelajari, seperti memesan nasi rawon yg dikirim buku cara memasak.

Banyak harapan dan usaha yg kita lakukan banyak hasil yg tidak sesuai harapan kita, lalu dimana Tuhan? Buat apa kita meminta bila semua tdk sesuai harapan?

Seringkali manusia menakar diri terlalu tinggi, kita mengutamakan harapan dan keinginan kita yg terbaik, kita melihat Tuhan itu sbg alat pengabul doa.

Tuhan itu alfa dan omega, awal dan akhir, sebelum semua ada Dia sdh ada, setelah semua tiada Dia tetap ada. Jadi seberapa besar pengalaman yg Dia punya dibanding manusia yg mungkin max 100 thn usianya?

Seorang bapak berusia 40 thn tdk selalu menuruti keinginan anaknya yg masih kecil, bahkan orang tua yg bijak memberikan nasehat, pelajaran bahkan amarah agar anaknya lebih dewasa dan lebih baik. Apalagi Tuhan yg usianya tdk terpetakan dibanding manusia? Semua hal yg kita alami di dunia ini ada hikmahnya, ada maksud yg tersembunyi Sang Pencipta bagi kita umat ciptaanNya. Semua hal buruk utk menempa kita, semua hal baik hanya reward kecil.

Membahas Tuhan tdk akan pernah selesai, milyaran manusia mempelajarinya mulai jaman sebelum masehi sampai skrg tapi tdk pernah sempurna, Tuhan bisa kita rasakan pada ciptaanNya, hal2 ajaib yg ditulis dlm sejarah dan mungkin pengalaman pribadi anda.

Hanya sekedar corat coret yg mungkin byk kekurangan.

Keep The Faith

God bless you all

Agama, Kesesatan dan Tidak Patah Semangat

Beberapa waktu ini saya berpikir kenapa agama sebuah ajaran moral dan etika awalnya bisa membuat permusuhan bahkan pertumpahan darah?

Sejarah mencatat sebelum masehi sampai sekarang agama adalah faktor terbesar penindasan, peperangan dan kehilangan nyawa dan harta benda. Itu kenapa sekarang di negara-negara maju spt Eropa, Amerika dll atheisme berkembang pesat menjadi mayoritas krn logika mereka bicara buat apa menekuni sesuatu yg merusak atau yg ekstrem membodohkan?

Padahal sejarah juga mencatat selain abad kegelapan kristen di eropa juga yg mencetuskan abad pencerahan, revolusi industri dll yg membuat kemakmuran dan kesejahteraan. Islam di timur tengah melahirkan ribuan karya sastra, ilmu astronomi dan berbagai bangunan indah. Termasuk juga budha di Tiongkok melahirkan karya sastra, berbagai ilmu.

Apa yg salah dengan agama?
Kenapa tdk hanya melahirkan tokoh2 bijak, kesejahteraan dan perdamaian tapi juga menimbulkan tangisan dan kesusahan?

Agama itu pedang bermata dua, dlm tangam seorang bijak akan menjadi pencerah, pembawa keadilan dan kebenaran, tapi dlm pikiran kerdil akan menimbulkan angkara murka. Agama itu sbg reaktan, dlm jiwa yg sehat akan timbul hal baik, dlm jiwa yg sakit timbulkan masalah.

Jadi jangan kaget dlm hidup bila anda menemukan byk kebencian diumbar org beragama, essensi dasar agama adalah moral dan etika, bila orang beragama bertambah buruk krn reaksi jiwa yg sakit thd ajaran, ketidak sanggupan mencerna hal2 baik dlm agama membuat timbul efek samping yg berlawanan.

Jangan patah semangat dlm ber-agama maupun ber-Tuhan walaupun sebagian orang 'tersesat' waktu mempelajarinya.

Tetap berlogika, menundukkan kepala dan menyebarkan hal2 luhur, baik yg dimiliki Tuhan YME !

Riyanto, Natalku, Natal kita

Riyanto, Natalku, Natal kita

Natal di negeri ini mungkin berbeda dengan natal di negeri lain
Natal pada bangsa yang majemuk, kaya budaya dan cerita
Natal di negeri ini pada tahun 2000 akan selalu dikenang

Sebuah pengorbanan terhadap sesama manusia
Sebuah amalan agama Rahmatan Lil Alamin
Sebuah kisah nyata yg mengharukan

Mengenang Gugurnya RIYANTO anggota BANSER NU Mojokerto

Kejadiannya pada saat perayaan Natal tanggal 24 Desember 2000 di Gereja Eben Haezer Mojokerto Jatim.

Banser NU Riyanto adalah salah seorang anggota Banser dari 4 anggota Banser yang ditugaskan mengamankan gereja oleh Gerakan Pemuda (GP) Ansor Mojokerto. Riyanto bersama petugas pengamanan gereja dan polsek menemukan bungkusan mencurigakan di dalam gereja. Riyanto memberanikan diri membuka bungkusan tersebut. Ternyata bungkusan itu adalah bom.

Tiba-tiba terlihat percikan api dari dalam bungkusan.
Riyanto dengan sigap berteriak: Tiarap! Riyanto berusaha membuang bom keluar dari gereja agar tidak meledak di dalam gereja yang saat itu penuh jemaat Natal. Bom dilempar keluar oleh Riyanto ke tempat sampah tapi terpental. Banser NU Riyanto ini dengan cepat mengambil kembali bom itu untuk dibuang lebih jauh lagi dari gereja.

Namun, bom meledak.

Bom meledak di pelukan pemuda NU berusia 25 tahun ini. Anggota Banser NU ini meninggal dunia di tempat dengan kondisi jari-jari dan wajah yang menyedihkan.

Riyanto simbol persaudaraan yang tulus
Riyanto simbol pengorbanan yang luar biasa
Riyanto akan dikenang bersama perayaan Natal di negeri ini

Riyanto ...
Seorang pahlawan kemanusiaan bangsa Indonesia.

Sahabatku Bukan Seiman

Sahabat

Saya punya sahabat,
Dia selalu hadir dalam keluh kesahku

Saya punya sahabat
Dia selalu membesarkan hatiku

Saya punya sahabat
Dia tdk pernah merendahkanku

Sahabatku bukan seimanku, tapi dia tak pernah menyakitiku
Sahabatku bukan seagama denganku tapi dia menunjukkan ketulusan hati
Sahabatku bukan seibadah denganku tapi dia memberi pelajaran padaku akan ketaatan

Kami suka bercanda
Kami punya kesukaan yang sama
Kami salut akan tokoh yang sama Gus Dur, Gitu Aja Kok Repot

Saya tak tahu kenapa kami harus berbeda tapi itulah kenyataannya.
Saya nasrani, dia muslim tapi kami berbagi cerita, tawa dan duka bersama
Saya dan dia berbeda tapi kita bersahabat.

Mungkin itu yang dimaksud :

"Indonesia dibentuk oleh perbedaan"

Gus Dur (1940 - 2009)

Natalku Tanda Persahabatan, Perlawanan

Natal Tahun Ini

Natal tahun ini sama spt tahun sebelumnya
Natal tahun ini doa dan syukur kami panjatkan
Natal tahun ini banyak sahabat saya memberi kejutan

Banyak ucapan selamat
Banyak kebahagiaan ditebarkan
Banyak salam dr saudara bukan seiman

Sebuah salam persahabatan
Sebuah salam perlawanan
Sebuah salam bukan iman

Terima kasih
Semoga damai dan berkah melingkupi kita semua

Makna Natal

Natal 

Natal adalah kasih dan perdamaian

Telah lahir seorang mesias yang telah menjadi pendamai antara manusia dengan Tuhan dengan kematianNya di kayu salib.

Bahwa seberapa besar kesalahan manusia Tuhan masih mengingatnya dan mengasihinya melalui Kristus.

Karena itu jadilah pembawa kasih dan pendamai bagi semua manusia di bumi.

Kahiyang (Oleh : Abad Badruzaman)

Senang sekali kemarin bisa mengikuti seluruh prosesi pernikahan Kahiyang-Bobby. Yang datang ribuan. Rame, semarak, tapi tetap khidmat dan sy...